Menonton pertandingan sepakbola langsung di stadion adalahcita cita semua suporter fanatik sepakbola. Sebagai seorangJuvedonna (pendukung wanita Juventus), melihat langsungpertandingan Juventus, menyaksikan langsung Paulo Dybalamerayakan gol dengan selebrasi Dybala Mask, menyanyikanStoria Di Un Grande Amore di Allianz Arena adalah mimpiutama.
Tapi, mimpi tersebut terhalang sejauh 11.208 km jaraknya. Harga tiket pesawat yang cukup tinggi membuat mimpi itutetaplah menjadi mimpi. Mendukung hanya dari balik layar kacasembari menyanyikan yel-yel berharap pemain bisamerasakannya, menyelipkan doa agar bisa merasakan atmosferAllianz Arena bersama ribuan Juventini lain pada suatu saatnanti.
Hingga pada awal 2019, Juventus mengumumkan akanmelaksanakan tour International Champion Cup (ICC) yang akan digelar di National Stadium Singapore. Bahagia, itu pasti. Semua Juventini di Asia pasti merasakan kebahagiaan yang serupa. Akhirnya mimpi itu sedikit lagi terwujud. Meski harusmenyiapkan dana yang tidak sendikit tetapi syukurnya masihdapat terjangkau. Tidak semahal ke Turin langsung.
Bukan kunjungan pertama memang, Juventus sebelumnya sudahpernah menginjakkan kaki di Gelora Bung karno pada 2015 silam. Tapi saat itu tidak berkesempatan menyaksikan langsung. Takkan melewati kesempatan emas ini kedua kalinya, aku dan 3 orang Juvedonna lain mempersiapkan keberangkan dari jauhjauh hari. Mulai dari mencari tiket pesawat, hotel, tiketpertandingan serta tempat wisata yang bisa dikunjungi.
"Dybala, kita ketemu bulan Juli" itu kalimat yang selalu ku ucapseraya menantikan pertemuan yang telah lama kutunggu. Namunsayang, ICC dilaksanakan berdekatan dengan ajang Copa America 2019. Alhasil pemain penting yang berasal dariAmerica Latin seperti Costa, Cuadrado dan Paulo Dybala tidakdiikut sertakan Mauricio Sarro dalam skuad yang dibawa keSingapura karena masih diberi dalam masa liburan sehabis ajangbergengsi di benua Amerika tersebut.
Kecewa pasti, sosok yang begitu didambakan, La Joya yang menjadi idola oleh banyak wanita di negeri dan menjadi salahsatu pemain yang dinanti nantikan tidak hadir, “Dybala Mask” belum dapat kulihat langsung. Tapi, Juventusku tetaplah Juventus. Semangat akan menantikan bianconerri berlagalangsung tanpa terhalang layar pun tidak akan pudar.
21 Juli 2019, National Stadium menjadi saksi bisu. Mimpiseorang suporter layar kaca menyaksikan kebanggaannyaterwujud. Aku menyanyikan anthem Storia Di Un Grande Amore, meneriakan chants penyemangat dalam laga Tottenhamvs Juventus yang berkesudahan dengan skor akhir 3 - 2.
Meski tidak berhasil memperoleh kemenangan, gol Cristiano Ronaldo dan Gonzalo Higuain adalah bukti dari terwujudnyamimpiku. Meski belum sampai ke Turin, ibadah sebagaipenggemar fanatik menonton Juventus dari kursi tribun danmenyanyikan anthem serta yel-yel dalam bahasa Italia sudahpernah kulakukan sabagai bentuk dari perwujudan cintaterhadap Si Nyonya Tua.
Terima kasih Juventus, malam itu sangat berkesan.
Terima kasih Juventus, tunggu aku di Allianz Arena
