“aku
ingin seperti dirinya yang memberi kejutan di hari ulang tahunmu, aku ingin
potret kemesraan kita hadir menghiasi media sosialmu”
Aku
tidak pernah hadir disana saat hari bahagiamu. Tentu saja tidak, aku saja kau
temui secara diam diam. Lupakan tentang kejutan dan kado yang sudah
kupersiapkan untukmu. Tentu dia sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Kejutan
dan kado darinya pasti lebih kau harapkan dariku. Dari aku yang hanya kau
jadikan cadangan.
Entah
mengapa, jauh dari lubuk hatiku berkata ini hanya sementara. “Bertahanlah
sedikit lagi, suatu saat dia akan menyadari perjuanganmu, sudah sejauh ini
jangan menyerah” itulah kata kata yang kudengar saat aku berpikir ingin
menyudahi ini semua. Aku bodoh karena percaya kau akan meninggalkan doa dan
menjadikanku satu satunya.
8
bulan kita lewati sudah, sayangku kini sudah berganti menjadi ragu. Kenyataan bahwa
kamu bukanlah milikku. Ketidak tahuan dunia tentang hubungan kita dan rasa
sesak yang tak kunjung mereda membuat ku menyerah. Apa yang sudah kukejar? Aku masih
berdiri disini, ditempat yang sama saat aku mengenalmu. Kamu tidak membawaku,
kamu Cuma membuatku percaya bahwa aku telah berlari jauh bersamamu.
Aku
lelah menahan cemburu, aku bosan menangisi kamu setiap malam, aku bosan
menunggu pelangi yang tak kunjung datang. Awan ini masih saja hitam, semakin
kuamati semakin hitam. Aku rindu menjadi bahagia karena seseorang yang
mencintaiku, jantungku rindu dibuat deg degan. Pipiku rindu dibuat merona. Tubuhku
rindu kehangatan seseorang yang hanya memelukku.
Jadi
kumohon izinkan aku mencintai seseorang yang bisa membuatku bahagia seutuhnya. Bukan
sepertimu yang dapat membuatku bahagia lalu membuatku menangis diwaktu yang
sama. Izinkan aku membiarkanmu kembali kepadanya. Izinkan aku mengembalikan apa
yang harusnya tak pernah kuambil. Izinkan aku untuk kembali mengerti arti cinta
yang sesungguhnya, melupakan arti cinta yang kau berikan padaku.
Dan
jika tetap tak kutemukan bahagia saat melepasmu , tak mengapa. Aku hanya
melindungi hatiku agar tak semakin mencintaimu. Aku hanya ingin melindungin
kisah cinta yang sudah hamper aku hancurkan. Aku hanya ingin menyadarkan diriku
bahwa cinta yang sesungguhnya bukanlah kesabaran dalam menahan penderitaan
menjadi orang ketiga.
Maafkan
aku, aku hanya ingin merayakan ulang tahun pacarku. Aku hanya ingin tersenyum
melihat foto kemesraan diriku dengan pacarku. maaf kan aku sayang.
Dari aku, selingkuhan yang sangat
mencintaimu :*