Senin, 16 November 2015

Surat dariku, Wanita Keduamu :)

                “aku ingin seperti dirinya yang memberi kejutan di hari ulang tahunmu, aku ingin potret kemesraan kita hadir menghiasi media sosialmu”

                Aku tidak pernah hadir disana saat hari bahagiamu. Tentu saja tidak, aku saja kau temui secara diam diam. Lupakan tentang kejutan dan kado yang sudah kupersiapkan untukmu. Tentu dia sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Kejutan dan kado darinya pasti lebih kau harapkan dariku. Dari aku yang hanya kau jadikan cadangan.
                Entah mengapa, jauh dari lubuk hatiku berkata ini hanya sementara. “Bertahanlah sedikit lagi, suatu saat dia akan menyadari perjuanganmu, sudah sejauh ini jangan menyerah” itulah kata kata yang kudengar saat aku berpikir ingin menyudahi ini semua. Aku bodoh karena percaya kau akan meninggalkan doa dan menjadikanku satu satunya.
                8 bulan kita lewati sudah, sayangku kini sudah berganti menjadi ragu. Kenyataan bahwa kamu bukanlah milikku. Ketidak tahuan dunia tentang hubungan kita dan rasa sesak yang tak kunjung mereda membuat ku menyerah. Apa yang sudah kukejar? Aku masih berdiri disini, ditempat yang sama saat aku mengenalmu. Kamu tidak membawaku, kamu Cuma membuatku percaya bahwa aku telah berlari jauh bersamamu.
                Aku lelah menahan cemburu, aku bosan menangisi kamu setiap malam, aku bosan menunggu pelangi yang tak kunjung datang. Awan ini masih saja hitam, semakin kuamati semakin hitam. Aku rindu menjadi bahagia karena seseorang yang mencintaiku, jantungku rindu dibuat deg degan. Pipiku rindu dibuat merona. Tubuhku rindu kehangatan seseorang yang hanya memelukku.
                Jadi kumohon izinkan aku mencintai seseorang yang bisa membuatku bahagia seutuhnya. Bukan sepertimu yang dapat membuatku bahagia lalu membuatku menangis diwaktu yang sama. Izinkan aku membiarkanmu kembali kepadanya. Izinkan aku mengembalikan apa yang harusnya tak pernah kuambil. Izinkan aku untuk kembali mengerti arti cinta yang sesungguhnya, melupakan arti cinta yang kau berikan padaku.
                Dan jika tetap tak kutemukan bahagia saat melepasmu , tak mengapa. Aku hanya melindungi hatiku agar tak semakin mencintaimu. Aku hanya ingin melindungin kisah cinta yang sudah hamper aku hancurkan. Aku hanya ingin menyadarkan diriku bahwa cinta yang sesungguhnya bukanlah kesabaran dalam menahan penderitaan menjadi orang ketiga.
                Maafkan aku, aku hanya ingin merayakan ulang tahun pacarku. Aku hanya ingin tersenyum melihat foto kemesraan diriku dengan pacarku. maaf kan aku sayang.

               

Dari aku, selingkuhan yang sangat mencintaimu :*